BAB I
PENDAHULUAN
Pengertian Sosiologi.
Secara etimologis sosiologi berasal dari bahasa latin yaitu socius yang berarti kawan dan bahasa Yunani yaitu logos yang berarti kata atau berbicara. Sosiologi mempelajari tentang sturktur kehidupan dan kebudayaan kemasyarakatan dalam arti kehidupan bersama yang memiliki berbagai tindakan.
Sifat dasar sosiologi (R. Lawang):
1. Empirik: berdasarkan kenyataan atau fakta di lapangan.
2. Teoritik: hasil pengamatan yang tersusun berdasarkan proposisi yang logis.
3. Komulatif: sosiologi berkembang melalui perbaikan, perluasan, dan penghalusan.
4. Non etik: sosiologi bersifat penjelasan atas perilaku sosial.
Teori-teori Sosiologi
1) Teori berparadigma sosial: 2) Teori berparadigma definisi sosial:
- Teori fungsionalisme-struktural. - Teori aksi.
- Teori konflik. - Teori interaksionisme simbolik.
- Teori sistem. - Teori sosiologi fenomenologi.
- Teori makro. - Teori pertukaran.
BAB II
PROSES SOSIAL DAN INTERAKSI SOSIAL
Pengertian Interaksi Sosial.
Interaksi sosial yaitu bentuk hubungan sosial yang dinamis menyangkut hubungan antara orang perorangan, kelompok-kelompok manusia, atau antara perorangan dengan kelompok manusia.
Beberapa faktor yang menjadi dasar bagi berlangsungnya inetraksi sosial :
1. Imitasi: Berlangsung apabila seseorang memberikan suatu pandangan.
2. Sugesti:Berlangsung apabila pandangan dari dirinya diterima oleh pihak lain.
3. Identifikasi: Keinginan pada diri seseorang untuk menjadi sama dengan orag lain.
4. Simpati: Proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihak lain.
Proses Interaksi Sosial.
1. Aspek kontak sosial. 3. Aspek struktur sosial.
2. Aspek komunikasi. 4. Aspek bentuk sosial.
Bentuk Interaksi Sosial.(Gillin dan Gillin)
1) Proses asosiatif:
- Kerjasama (coorporation): usaha bersama orang perseorangan untuk mencapai tujuan bersama.
- Akomodasi (accommodation): proses untuk meredakan pertentangan.
- Asimilasi:
~ Kelompok-kelompok berbeda kebudayaan.
~ Individu-individu bergaul intensif dalam waktu yang lama.
~ Identitas kebudayaan asli berubah menyesuaikan diri.
- Akulturasi: proses sosial yang timbul dari kelompok manusia dengan kebudayaan lain yang lambat laun kebudayaan lain diterima tanpa harus menghilangkan kepribadian kebudayaan asli.
2) Proses disosiatif: proses berjuang melawan seseorang atau kelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
BAB III
LEMBAGA SOSIAL.
Pengertian Lembaga Sosial.
Menurut Koentjaraningrat pranata sosial adalah suatu sistem tata kelakuan yang bertujuanuntuk memenuhi kebutuhan manusia dalam kehidupan masyarakat.
Patokan norma-norma dalam perilaku masyarakat, antara lain:
1. Usage (cara). 3. Mores (tata kelakuan).
2. Folkways (kebiasaan). 4. Customs (adat istiadat).
Fungsi lembaga sosial (Soerjono Soekanto):
1. Memberikan pedoman pada para anggota bagaimana cara menyikapi masalah.
2. Menjaga keutuhan masyarakat.
3. Memberikan sistem pengawasan terhadap tingkah laku anggota.
Ciri Umum Lembaga Sosial.
Menurut Chitambar (dalam Sajogyo, 1978), dan Gillin dan Gillin (dalam Soerjono, 2003) ciri umum lembaga sosial berkaitan dengan pola perilaku, adat istiadat, tujuan, aktifitas manusia untuk memenuhi kebutuhan pokoknya.
Tipe-tipe Lembaga Sosial.
1. Dari sudut perkembangan: Cresicive Institutions, dan Evated Institutions.
2. Dari sudut sistem nilai dimasyarakat: Basic Institutions, dan Subsidiary Institutions,.
3. Dari sudut penerimaan masyarakat: Socially Sanctioned Institutions, dan Socially Unsactioned Institutions.
4. Dari sudut penyebarannya: General Institutions, dan Restricted Institutions.
BAB IV
SISTEM SOSIAL
Pengertian Sistem Sosial.
Sistem sosial (Judistira, 1996) adalah suatu perangkat peran sosial yang berinteraksi yang memiliki nilai, norma, dan tujuan yang sama.
Jaringan Sosial.
Jaringan sosial adalah hubungan interaksi antar individu atau individu dengan kelompok (Koentjaraningrat,1987). Interaksi antar anggota masyarakat membentuk suatu jaringan dari suatu kesatuan sosial.
Hubungan Sosial.
Hubungan sosial terjalin karena adanya interaksi sosial diantara para anggota.Hubungan sosial dalam kelompok masyarakat sangat dipengaruhi oleh sistem sosial yang dianut oleh anggota masyarakatnya.Jika dalam hubungan sosial terjadi diskriminasi dalam suatu kontinium, maka akantercipta jarak sosial.
BAB V
KELOMPOK SOSIAL
Pengertian Kelompok Sosial.
Kelompok sosial adalah kesatuan manusia yang hidup secara berkelompok.
Syarat terbentuknya kelompok sosial (Soerjono Soekanto) adalah:
1. Setiap anggota kelompok sadar sebagai anggota kelompok.
2. Ada hubungan timbal balik.
3. Ada suatu faktor yang dimiliki bersama. Misal; senasib, seideologi dll.
4. Berstruktur, berkaidah, dan berpola perilaku.
5. Bersistem dan berproses.
Ciri Kelompok Sosial.
1. In group: “ego” berada didalamnya (etnosentrisme).
Out group: “ego” berada diluarnya.
2. Kelompok primer: kelompok yang paling inti/utama. Misal; kelurga inti
Kelompok sekunder: kelompok yang hubungan anggota-anggotanya longgar.
3. Paguyuban (gemeinschaft): bentuk kehidupan bersama yang anggotanya terkait hubungan batin dan bersifat adam. Misal; trah (paguyuban keluarga)
Patembayan (gesellschaft): bentuk kolaborasi berdasarkan ikatan perjanjian. Misal; yayasan pendidikan, organisasi pabrik
4. Kelompok formal: kelompok yang dibangun dengan peraturan yang tegas. Misal; organisasi politik
Kelompok informal: kelompok yang dibentuk atas kepentingan bersama tanpa struktur organisasi yang tegas. Misal; kelompok arisan
5. Kelompok sosial yang tidak teratur:
Kerumunan: kelompok yang tidak terorganisasi dan bersifat sementara. Misal; kerumunan orang-orang dipasar
Publik: kelmpok yang bukan termasuk kesatuan, dan anggotanya besar.
Dinamika Kelompok.
1. Dari luar, yaitu dari kelompok-kelompok yang mempengaruhi sehingga cepat berubah.
2. Dari dalam, yaitu adanya konflik antar individu atau kelompok yang berakibat tidak ada keseimbangan kekuatan-kekuatan dari dalam kelompok tersebut.
BAB VI
STRATIFIKASI SOSIAL
Pengertian Stratifikasi Sosial.
Stratifikasi sosial adalah pembedaan penduduk kedalam kelas-kelas secara bertingkat karena sesuatu yang dihargai.Seperti; ekonomi, kekuasaan, agama dll.
Sifat Stratifikasi Sosial.
1. Terbuka: seseorang dapat pindah lapisan sosial, baik ke atas maupun ke bawah. Misal; mobilitas sosial.
2. Tertutup: seseorang tidak dapat pindah lapisan sosial, baik ke atas maupun ke bawah. Misal; sistem sosial.
Unsur-unsur Lapisan Sosial.
1. Ascribed status: status yang diperoleh karena kelahiran. Misal; masyarakat berkasta.
2. Achieved status: kedudukan yang dicapai dengan usaha. Misal; gelar doctor.
Pengertian Kelas dalam Sosiologi.
Max Weber membedakan tiga dimensi stratifikasi sosial secara teoritis:
1. Kelas kepemilikan (property calss): uang, tanah, pabrik dll.
2. Kelas perdagangan (commercial class): manager, bankir, pengusaha dll.
3. Kelas sosial (social class): gaya hidup (style of life).
K. Marx melihat adanya perbedaan kelas masyarakat Eropa di bidang industri, yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat produksi (borjuis) dan kelas yang tidak memiliki apa-apa selain tenaga kerja (buruh).Tujuan marxisme berjuang terbentuknya masyarakat tanpa kelas.
Mobilitas Sosial.
1. Mobilitas sosial vertikal: perpindahan status dari lapisan atas ke bawah atau dari lapisan sosial bawah ke atas.
2. Mobiliktas sosial horizontal:perpindahan status dalam tingkatan yang sama/sejajar.
BAB VII
KEPEMIMPINAN
Kekuasaan
Pengertian Kekuasaan.
Kekuasaan adalah kemampuan mempengaruhi pihak lain berdasarkan kehendak pemegang kekuasaan. Kekuasaan tidak dapat dibagi kepada semua anggota masyarakat.
Unsur-unsur Kekuasaan.
1. Rasa takut: melahirkan sistem kekuasaan yang bersifat otoriter.
2. Rasa cinta: melahirkan kehidupan masyarakat yang teratur.
3. Kepercayaan: sistem kekuasaan akan menjadi langgeng atau berlangsung lama.
4. Pemujuaan: diangkat sebagai suatu simbol dalam masyarakat.
Wewanang
Pengertian wewenang.
Wewenang adalah suatu hak yang telah ditetapkan dalam suatu tata tertib sosial untuk menetapkan kebijakan, menentukan keputusan mengenai persoalan penting, dan untuk menyelesaikan pertentangan-pertentangan.
Bentuk-bentuk Wewenang.
1. Wewenang kharismatik: berdasarkan pada kemampuan khusus yang di milikinya.
2. Wewenang tradisional: berdasarkan pada wewenang atas dasar norma dan nilai.
3. Wewenang rasional: bersandar pada sistem hukum yang berlaku di masyarakat.
Kepemimpinan
Pengertian Kepemimpinan.
Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lainsesuai dengan yang dikehendakinya.
Sifat Kepemimpinan.
1. Bersifat resmi: kepemimpinan yang tersimpul dalam suatu jabatan.
2. Tidak resmi: kepemimpinan yang diakui masyarakat karena kemampuannya.
BAB VIII
KELUARGA
Pengertian Keluarga.
Keluarga adalah sekelompok orang yang dipersatukan oleh ikatan perkawinanyang saling berinteraksi satu dengan lainnya .
Fungsi Keluarga.
1. Fungsi sexual dan reproduksi, untuk meneruskan keturunan.
2. Fungsi ekonomi, untuk mengatur kebutuhan pokok.
3. Fungsi edukasi, untuk mendidik pola budaya keluarga tersebut.
BAB IX
PERUBAHAN SOSIAL DAN BUDAYA
Proses Perubahan Sosial dan Budaya.
1. Penemuan (discavery): persepsi mengenai aspek kenyataan yang sudah ada.
2. Invensi (invention): suatu kombinasi baru dari pengetahuan yang sudah ada.
3. Difusi (diffusion): penyebaran budaya dari satu kelompok ke kelompok lain.
Faktor Penentu Perubahan Sosial dan Budaya.
1. Lingkungan fisik. 5. Sikap dan nilai.
2. Perubahan penduduk. 6. Kebutuhan yang dianggap perlu
3. Isolasi dan kontak. 7. Dasar budaya.
4. Struktur sosial.
Bentuk-bentuk Perubahan Sosial dan Budaya.
1. Perubahan lambat (evolusi) dan perubahan cepat (revolusi).
2. Perubahan kecil dan perubahan besar.
3. Perubahan yang direncanakan dan tidak direncanakan.
Dampak Perubahan Sosial dan Budaya.
1. Aspek sosial dari penemuan dan invensi. 3. Masalah sosial.
2. Kadar perubahan yang tidak merata. 4. Disorganisasi dan demoralisasi.
BAB X
JENIS-JENIS PERUBAHAN SOSIAL DAN BUDAYA.
Jenis Perubahan Evolusi (lambat)
Jenis perubahan ini terjadi secara perlahan dari tingkatan sederhana ke tingkatan yang lebih kompleks.
Jenis Perubahan Revolusi (cepat)
Jenis perubahan ini terjadi secara cepat dan berkaitan dengan peristiwa besar yang terjadi pada interval waktu yang lebih singkat.
Jenis Perubahan Siklus
Dalam perubahan ini proses perubahan peradaban masyarakat yang mengikuti siklus ini prosesnya tetap demikian tiada akhirnya, tetapi ada puncak peradaban untuk kembali kepada kepunahan peradaban dalam waktu yang cukup panjang.
BAB XI
TEORI-TEORI PERUBAHAN SOSIAL DAN BUDAYA
Teori Fungsional.
1. B. Malinowski memberikan pemahaman tentang fungsi kehidupan sosial masyarakat, hukum, religi, hubungan kekerabatan masyarakat serta perubahan kebudayaan masyarakat.
2. Emile Durkheim berpandangan bahwa integritas sosial adalah penyebab masyarakatnya banyak yang melakukan bunuh diri dengan berbagai alasan.
3. R.K. Merton berpendapat bahwa fungsional sebuah birokrasi modern, dimana sturktur birokrasi menekankan pada individu agar menjadi disiplin, bijaksana,dan metodis. Hal ini menimbulkan kepatuhan sehingga menjurus kepada konflik tersendiri.
Teori Struktural.
1. Talcot Parson berpendapat bahwa struktur sosial dan tindakan manusia mencerminkan orientasi nilai dasar yang menjadi suatu sistem sosial.
2. C. Levi Straus berpendapat bahwa penggunaan struktur sebagai sistem akan berhubungan dengan pengertian organisasi.
Teori Konflik.
1. Ralf Dahendrop berpendapat bahwa bagaimana konflik tersebut menjadi fungsional. Sehingga apabila terjadi konflik perlu adanya lembaga sosial sebagai katub penyelamat.
2. Karl Marx berpandangan bahwa segala sesuatu yang lahir dari pikiran sendiri dari benda dan geraknya (Historical-materialisme).
3. Lewis A. Coser berpandapat konflik bersifat disfungsional bagi suatu sistem, sehingga memiliki konsekuensi positif bagi sistem dan memperkuat struktur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar